Pemetaan Potensi Sport Tourism Berbasis AktivitasFisik dan Kearifan Lokal di Kabupaten Bone
Kata Kunci:
sport tourism, aktivitas fisik, kearifan lokal, Sistem Informasi Geografis (SIG), Kabupaten BoneAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi pengembangan sport tourism berbasis aktivitas fisik dan kearifan lokal di Kabupaten Bone sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memadukan observasi lapangan, studi dokumentasi, inventarisasi data geospasial, serta analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan terhadap karakteristik destinasi wisata berdasarkan potensi aktivitas fisik, kondisi alam, aksesibilitas, kearifan lokal, dan peluang pengembangan kawasan wisata olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Bone memiliki lima destinasi utama yang berpotensi dikembangkan sebagai sport tourism, yaitu Tanjung Palette, Pantai Tete, Air Terjun Lapajung, Bukit Cenrana, dan Kawasan Pedesaan Kahu. Berdasarkan hasil pemetaan SIG, destinasi tersebut dikelompokkan ke dalam zona potensi tinggi dan zona potensi sedang. Zona potensi tinggi meliputi Tanjung Palette, Pantai Tete, dan Air Terjun Lapajung yang didukung oleh aksesibilitas yang baik, aktivitas fisik berintensitas tinggi, serta kearifan lokal yang kuat. Sementara itu, Bukit Cenrana dan Kawasan Pedesaan Kahu termasuk zona potensi sedang karena masih memerlukan peningkatan infrastruktur dan amenitas pendukung. Analisis juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik seperti hiking, trekking, berenang, cycling, dan walking tour berpadu dengan nilai-nilai budaya Bugis seperti sipakatau, sipakalebbi, dan siri’ na pacce, sehingga mampu menciptakan pengalaman wisata yang autentik sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan sport tourism di Kabupaten Bone memiliki prospek yang sangat baik apabila mengintegrasikan potensi aktivitas fisik, kekayaan alam, dan kearifan lokal melalui pendekatan berbasis masyarakat serta pemanfaatan Sistem Informasi Geografis sebagai dasar perencanaan wilayah. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pengembangan destinasi sport tourism yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
