Pengaruh Latihan Berbasis Permainan Tradisional Bugis terhadap Kebugaran Jasmani dan Kerja Sama Mahasiswa
Kata Kunci:
latihan, permainan tradisional, Bugis, kebugaran jasmani, kearifan lokalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan berbasis permainan tradisional Bugis terhadap kebugaran jasmani dan kerja sama mahasiswa serta menganalisis efektivitasnya dibandingkan dengan latihan konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental dan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 40 mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Cahaya Prima yang dipilih menggunakan teknik total sampling, kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 20 orang. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa latihan berbasis permainan tradisional Bugis, sedangkan kelompok kontrol mengikuti latihan konvensional. Instrumen penelitian meliputi Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk mengukur kebugaran jasmani dan angket skala Likert untuk mengukur kemampuan kerja sama mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata-rata kebugaran jasmani dari 61,40 menjadi 79,25 atau meningkat sebesar 17,85 poin, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat sebesar 7,30 poin. Pada variabel kerja sama, kelompok eksperimen meningkat dari 68,50 menjadi 86,70 atau sebesar 18,20 poin, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan sebesar 6,70 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan bahwa latihan berbasis permainan tradisional Bugis berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kebugaran jasmani dan kerja sama mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Selain itu, hasil independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan (p < 0,05), sehingga latihan berbasis permainan tradisional Bugis terbukti lebih efektif dibandingkan latihan konvensional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan berbasis permainan tradisional Bugis secara signifikan mampu meningkatkan kebugaran jasmani dan kemampuan kerja sama mahasiswa. Integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran olahraga tidak hanya memberikan manfaat terhadap peningkatan kemampuan fisik dan sosial, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal Bugis. Oleh karena itu, model latihan ini dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran praktik yang inovatif, menyenangkan, dan berbasis kearifan lokal di lingkungan perguruan tinggi.
