Pengembangan Model Latihan Kebugaran Berbasis Kearifan Lokal Bugis untuk Meningkatkan Aktivitas Fisik Masyarakat
Kata Kunci:
aktivitas fisik, kebugaran jasmani, kearifan lokal Bugis, model latihan, olahraga masyarakat, sport scienceAbstrak
Rendahnya tingkat aktivitas fisik masyarakat merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap menurunnya kebugaran jasmani serta meningkatnya risiko berbagai penyakit tidak menular. Di sisi lain, masyarakat Bugis memiliki beragam aktivitas budaya yang mengandung unsur gerak fisik dan berpotensi dikembangkan menjadi model latihan kebugaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan kebugaran berbasis kearifan lokal Bugis serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani masyarakat Desa Mappesangka, Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subjek penelitian berjumlah 50 orang masyarakat usia produktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Model latihan dikembangkan melalui integrasi gerakan tradisional Bugis, yaitu Mappadendang, Mallanca, Makkarung Manu, dan gerak dasar Pencak Silat Bugis, kemudian diimplementasikan selama 12 kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kebugaran jasmani, kuesioner aktivitas fisik, dan lembar observasi. Analisis data meliputi statistik deskriptif dan uji Paired Sample t-Test untuk menguji efektivitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model latihan yang dikembangkan dinyatakan efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani masyarakat. Rata-rata skor aktivitas fisik meningkat dari 62,40 menjadi 78,80 atau mengalami peningkatan sebesar 26,28%, sedangkan rata-rata skor kebugaran jasmani meningkat dari 65,70 menjadi 82,50 atau sebesar 25,57%. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model latihan kebugaran berbasis kearifan lokal Bugis merupakan inovasi yang efektif untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani masyarakat. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan, model ini juga berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal sehingga berpotensi menjadi alternatif program olahraga masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.
