Hubungan Antara Kualitas Tidur Dan Aktivitas FisikDengan Kebugaran Jasmani Siswa Kelas XI SMA 3Watampone
Kata Kunci:
kualitas tidur, aktivitas fisik, kebugaran jasmani, PSQI, PAQ-A, siswa SMAAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani siswa kelas XI SMA 3 Watampone. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA 3 Watampone dengan sampel sebanyak 55 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian terdiri atas kualitas tidur dan aktivitas fisik sebagai variabel bebas serta kebugaran jasmani sebagai variabel terikat. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), aktivitas fisik diukur menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), sedangkan kebugaran jasmani diukur menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk usia 16–19 tahun. Analisis data dilakukan secara deskriptif, uji prasyarat (normalitas, linearitas, dan multikolinearitas), serta uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson dan korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 61,82% siswa memiliki kualitas tidur dalam kategori buruk, 47,27% memiliki aktivitas fisik kategori rendah, dan 50,91% memiliki tingkat kebugaran jasmani kategori kurang. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kebugaran jasmani (p = 0,025) serta terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani (p = 0,001). Hasil uji korelasi berganda menunjukkan bahwa kualitas tidur dan aktivitas fisik secara bersama-sama memiliki hubungan yang signifikan dengan kebugaran jasmani (R = 0,510; p = 0,000) dengan kontribusi sebesar 26,01%, sedangkan 73,99% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Pada analisis regresi parsial, aktivitas fisik tetap berhubungan secara signifikan dengan kebugaran jasmani (p = 0,001), sedangkan kualitas tidur tidak menunjukkan hubungan yang signifikan setelah aktivitas fisik dikendalikan (p = 0,082). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan kebugaran jasmani siswa kelas XI SMA 3 Watampone, baik secara sendiri maupun secara bersama-sama. Namun, aktivitas fisik merupakan faktor yang memiliki hubungan lebih kuat terhadap kebugaran jasmani dibandingkan kualitas tidur. Oleh karena itu, peningkatan aktivitas fisik yang teratur disertai penerapan pola tidur yang baik perlu menjadi perhatian sekolah, guru, dan siswa untuk mendukung peningkatan kebugaran jasmani.
