Pelatihan Senam Kebugaran Berbasis KearifanLokal Bugis Untuk Masyarakat Usia Produktif diDesa Lappo Ase Kabupaten Bone

Penulis

  • Muhammad Sulfa Universitas Cahaya Prima image/svg+xml Penulis
  • Muh. Jamil Abdillah Universitas Cahaya Prima image/svg+xml Penulis
  • Adelvin Sangkalabu Universitas Cahaya Prima Penulis
  • Widia Lestari Universitas Cahaya Prima image/svg+xml Penulis
  • Riska Dwi Saputri Universitas Cahaya Prima image/svg+xml Penulis

Kata Kunci:

senam kebugaran, kearifan lokal Bugis, aktivitas fisik, kebugaran jasmani, pengabdian kepada masyarakat

Abstrak

Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik secara teratur serta belum optimalnya pemanfaatan kearifan lokal sebagai media promosi kesehatan menjadi salah satu tantangan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Senam Kebugaran Berbasis Kearifan Lokal Bugis bagi masyarakat usia produktif di Desa Lappo Ase, Kabupaten Bone. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik melalui pelatihan senam yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya Bugis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Program diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa, penyusunan materi, penyuluhan mengenai pentingnya kebugaran jasmani, demonstrasi gerakan senam berbasis budaya Bugis, praktik senam bersama, serta evaluasi melalui observasi dan pre-test serta post-test terhadap tingkat pemahaman peserta. Sasaran kegiatan adalah 50 masyarakat usia produktif di Desa Lappo Ase. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berjalan dengan baik dan memperoleh antusiasme tinggi dari masyarakat. Evaluasi menunjukkan peningkatan tingkat pemahaman peserta, di mana kategori pemahaman tinggi meningkat dari 30% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan, sedangkan kategori pemahaman rendah menurun dari 25% menjadi 3%. Selain meningkatkan pengetahuan mengenai kebugaran jasmani, kegiatan ini juga berhasil mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam aktivitas fisik sekaligus memperkenalkan model senam yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya Bugis seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Disimpulkan bahwa pelatihan senam kebugaran berbasis kearifan lokal Bugis efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat terhadap aktivitas fisik. Pendekatan yang memadukan aspek kesehatan dan budaya lokal mampu menciptakan kegiatan olahraga yang lebih menarik, bermakna, dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-05