Pelatihan Permainan Tradisional Bugis sebagai Media Peningkatan Kebugaran Anak di SD Negeri 12 Manurunge Kabupaten Bone
Kata Kunci:
permainan tradisional, Bugis, Majjeka, kebugaran jasmani, aktivitas fisik, anak sekolah, pengabdian kepada masyarakatAbstrak
Rendahnya aktivitas fisik anak sekolah akibat meningkatnya penggunaan gawai serta semakin berkurangnya pemanfaatan permainan tradisional menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus melestarikan budaya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan permainan tradisional Bugis Majjeka sebagai media peningkatan kebugaran anak sekolah di SD Negeri 12 Manurunge, Kabupaten Bone. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 30 siswa kelas IV dan V melalui tahapan koordinasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik, observasi, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berjalan dengan baik dan memperoleh respons positif dari peserta maupun pihak sekolah. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang permainan Majjeka dari 25% menjadi 100%, pemahaman manfaat permainan dari 30% menjadi 95%, kemampuan memainkan Majjeka dari 10% menjadi 90%, serta partisipasi dan antusiasme peserta yang mencapai 100% pada akhir kegiatan. Selain meningkatkan aktivitas fisik, keseimbangan, koordinasi gerak, kekuatan otot tungkai, dan kepercayaan diri peserta, kegiatan ini juga memperkuat nilai kerja sama, sportivitas, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya Bugis. Dengan demikian, permainan tradisional Majjeka dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang efektif, menyenangkan, serta mendukung peningkatan kebugaran jasmani dan pelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah.
