Gerakan Olahraga Pagi Berbasis Nilai Sipakatau,Sipakalebbi, dan Sipakainge di LingkunganSekolah SD Negeri Inpres 12/79 Macanang
Kata Kunci:
olahraga pagi, kebugaran jasmani, pendidikan karakter, Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge, sekolah dasarAbstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kebiasaan hidup aktif, kebugaran jasmani, serta pembentukan karakter peserta didik melalui implementasi gerakan olahraga pagi yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Bugis, yaitu Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakalebbi (saling menghargai), dan Sipakainge (saling mengingatkan) di SD Negeri Inpres 12/79 Macanang, Kabupaten Bone. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas fisik peserta didik akibat perubahan pola hidup serta pentingnya penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, demonstratif, praktik langsung, pembiasaan, dan evaluatif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, serta sekitar 50 peserta didik. Kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai manfaat olahraga pagi dan nilai budaya lokal, pelaksanaan pemanasan, gerakan inti, permainan kelompok, pendinginan, serta evaluasi melalui observasi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mengikuti seluruh rangkaian aktivitas dengan antusias dan mampu mempraktikkan gerakan olahraga pagi secara benar. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan dan kebugaran, serta meningkatnya penerapan nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge yang tercermin melalui sikap saling membantu, menghargai, disiplin, bekerja sama, dan saling mengingatkan selama kegiatan berlangsung. Guru juga memperoleh panduan praktis dalam memimpin olahraga pagi yang aman dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat, aktif, harmonis, dan berkarakter. Oleh karena itu, gerakan olahraga pagi berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi program pembiasaan yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kebugaran jasmani sekaligus pelestarian nilai-nilai budaya Bugis di lingkungan sekolah.
